Dengan puisi....
Dengan puisi aku bernyanyi sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta berbatas cakrawala
Dengan puisi aku mengenang keabadian yang akan datang
Dengan puisi aku menangis jarum waktu bila kejar mengiri
Dengan puisi aku memutih nafas jalan yang busuk
Dengan puisi aku berdoa perkenankanlah kiranya
dia bukan untukku
mungkin dia memang bukan untukku
mungkin dia takkan lagi datang padaku
semua sudahlah nyata
dia memang tak mungkin lagi untukku
dia tlah berdua
penantianku sia sia
aku tak pantas merindunya
karna aku tak lagi memilikinya
dia bukan siapa siapaku
aku tak pantas cemburu
aku hanyalah cermin dalam hatinya
yang takkan pernah disayanginya
aku harus bisa......
merelakannya dia untuk yang lain
aku harus bisa menerima
kenyataan,bahwa dia bukan untukku
“DALAM KELELAHAN”
Penat… ku tempuh ini…
Meski tersendat
Terkukung di resapnya lelah
Ku nikmati saja rasa galau ini
Menerpa jiwa sunyiku
Menyesak telungkup hatiku
Aku benar-benar lelah Tanpa kecuali…
Menyela jadi akar-akar nadi
Berselubung asa ku pinta
Malam tak kunjung reda
Menabuh suara kesunyian
Aku penat… aku lelah…
Aku tak ingin apapun
Aku hanya ingin diam sejenak tanpa sebuah kata..
|